Rabu, 28 Maret 2018

PERJALANAN IREN DALAM MENCAPAI IMPIANNYA

Maret 28, 2018 0 Comments

Iren adalah seorang gadis remaja yang baru duduk dibangku kelas 8 SMP, dia lahir dari seorang wanita yang begitu cantik dan baik yaitu ibu Linda, ayahnya bapak Andi telah meninggal saat dia duduk dibangku kelas 3 SD, dia memiliki 2 orang adik yang bernama Fadli dan Rita, saat ayahnya pergi Fadli baru menginjak bangku sekolah dasar, dan rita baru berusia 6 bulan.
Dari kelas 1 SD, sampai kelas 7 SMP terkadang Iren acuh dalam masalah pelajaran, saat ada ulangan dia membaca buku tapi tidak dimengerti, dan saat pembagian rapot dia tidak masuk 10 besarpun dia biasa saja karena itu merupakan hal yabg sudah biasa. Tapi sekarang saat dia kelas 8 SMP semenjak sebangku dengan Anisa Iren berubah menjadi lebih rajin, karena Anisa sama sepertinya ayahnya  telah meninggal, tapi cahya bisa mendapat juara satu. Jadi Iren selalu berkata dalam hatinya, Anisa aja bisa jadi juara ke satu dikelas, kenapa aku tidak bisa, aku harus bisa sepertinya.
Dari sanalah Iren berubah, dia sering membaca danselalu ingin mengerti apa yang dibaca dan dipelajari disekolah. Dan saat pembagian rapot kenaikan kelas tiba, Iren mendapat juara pertama, dia berhasil mewujudkan keinginannnya menjadi juara pertama seperti Anisa.
Pas kelas 9SMP Iren sebangku dengan Silvia Oktaviani yang sering dipanggil Via. Iren tidak sebangku dengan Anisa karena disekolah Iren, siswa disetiap kelas 8 dari 8a sampai 8j, adalah gabungan siswa dari kelas 7a sampai 7k, dan saat kelas 9 setiap siswa kelas siswanya sama seperti kelas 7. Karena Iren dan Anisa berada dikelas 7 yang berbeda, Iren kelas 7a sedangkan Anisa kelas 7c maka ketika kelas 9 mereka tidak satu kelas.
Saat pulang sekolah tepatnya pukul 13.00 WIB ada sepupu Iren yang main kerumahnya dia menunjukkan foto laki-laki tampan dia adalah D.O yang mempunyai nama lengkap Do Kyungsoo dia salah satu member EXO salah satu boy band di Korea Selatan. Sepupunya itu terus menerus menceritakan tentang EXO, saat adzan ashar tiba sepupunya itupun pulang.
Pada malam hari setelah mengaji dan belajar, Iren teringat dengan apa yang diceritakan oleh sepupunya mengenai D.O dan EXO. Irenpun penasaran dengan hal itu, akhirnya dia mengambil ponsel dan mencari tahu tentang EXO di google. Saat itupun Iren berkata "Semua member EXO sangat tampan, tapi aku hanya tau D.O saja, aku tidak bisa mengingat nama dan wajah mereka dengan cepat".
Ketika disekolah saat jam istirahat tiba Iren menceritakan pada Via sedikit tentang EXO dan menyuruh dia mendengarkan salahsatu lagu EXO yang berjudul Lotto.
"Gimana, enak didengarkan?" tanya Iren
"Iya enak, kirimin ke aku ya" minta via
"Iya, aku kirimin" jawab Iren.
Menurut Iren via itu teman yang menyenangkan dia suka bikin orang ketawa dan dia suka dengan musik, mulai dari pop, rege, dangdut, rok, lagu barat, india, k-pop, pokonya yang menurutnya enak didengar dia sangat menyukai tidak peduli dengan genrenya.
Saat dirumah, setelah belajar Iren suka membuka sosial medianya khususnya facebook, dia sering membaca postingan orang tentang EXO, dan pada saat itu ada status yang menceritakan saat pertama EXO debut sampai sesukses sekarang. Iren membaca status tersebut sampai ia menangis karena membayangkan perjuangan EXO untuk meraih kesuksesannya. Dari hal itu, Iren berkata pada dirinya sendiri "aku harus menjadi orang yang sukses, aku harus berjuang agar aku sesukses seperti EXO", dan Irenpun mempunyai keinginan ingin menempuh perguruan tinggi dinegeri ginseng.
Saat UN Ujian Nasional tiba Iren bekerja keras membaca materi agar hasil UNnya bagus, mulai dari pulang sekolah sampai tengah malam sekitar pukul 22.00 - 23.00 dan saat sekitar pukul 04.00. Setelah hasil UN keluar, alhamdulillah hasilnya cukup baik, tapi untuk menentukan sekolah untuk kejenjang yang lebih tinggi, Iren bingung karena dia bercita-cita menjadi dokter, tapi keadaan ekonomi keluarganya tidak memungkinkan, Iren terus berpikir akan melanjutkan kesekolah mana untuk mencapai kesuksesannya. Setelah lama berfikir Iren akan melanjutkan sekolah ke sekolah menengah kejuruan negeri, dan Iren akan memilih salah satu jurusan yang ada di SMK tersebut yaitu jurusan administrasi perkantoran. Setelah daftar di SMK tersebut iren terus berdoa agar ia keterima disekolah tersebut. Meskipun jurusan yang diambil berbeda dengan cita-citanya, tapi Iren berjanji akan belajar dan bersungguh-sungguh  dan akan merencanakan impiannya sesuai dengan jurusan yang diambil.
Ketika penerimaan pengumuman siswa baru disekolah itu tiba Iren dan siswa lainnya mencari namanya dipapantulis, dan iren keterima di SMKN tersebut. Pada hari pertama sekolah, Iren sebangku dengan Jesika, Jesika memiliki mulut yang cukup tajam, dia sedikit pemarah, berbeda dengan Iren yang sifatnya agak pendiam, dan teman-teman yang lainnyapun mempunyai sifat yang berbeda, ada yang emosian, yang cerewet, dan ada juga yang gampang menangis, sehingga hubungan antar seswa tidak cukup baik, tapi Iren selalu berfikir bahwa dengan semua perbedaan ini cepat atau lambat keadaan kelas akan membaik.
Pada keas 10 inilah Iren mengalami banyak tekanan, mulai dari dengan banyaknya tugas yang sebelumnya di smp tidak sebanyak ini, guru kiler yang selalu membuat iren cemas tegang dan membuatnya ketakutan, perlakuan teman teman yang masih kurang akrab yang menurut iren dia itu baik dan suka bercanda sama teman yang lain tapi tidak dengan dirinya karena jika ditanya dia seakan menghindar dan cuek, dengan segala hal itu setiap tengah malam Iren selalu menangis. Bukan karena hal itu saja saat Iren mengerjakan tugas sekolah dirumah, saat bener-benar dia bingung dan kesulitan Iren suka teringat pada mendiang ayahnya Iren berfikir bahwa jika ada ayahnya menerjakan tugas ini akan lebih mudah karena ayahnya pasti mengerti tentang hal ini ( hal yang harus dikerjakan oleh Iren). Iren merasa semakin besar dia tumbuh, semakin besar pula terasa kehilangan seorang ayah. Meskipun begitu Iren harus tetap sabar dan tabah serta bersungguh-sungguh belajar agar dapat mencapai impiannya.
2 tahun berlalu Iren beradaptasi dengan teman-teman sekelasnya dan belajar menuntut ilmu, sekarang Iren naik kelas 12  ya memang benar keadaan kelas sekarang lebih membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan salah satu temanya yang dulu terlihat tidah suka padanya sekarang menjadi teman baiknya. Saat kelas 12 akan diadakan lomba kompetensi jurusan administrasi perkantoran disalah satu universitas, Iren dan ketiga temannya pun mengikuti lomba tersebut, mereka semua ditunjuk oleh guru untuk mengikuti lomba. Di lomba tersebut alhamdulillah mereka mendapat juara dan Iren mendapat juara kedua dibidang kearsipan. Setelah mendapat juara tersebut semangat Iren bertambah dan dia belajar lebih keras lagi agar dia bisa menghadapi ujian-ujian yang sudah menantinya dan akan lulus dengan nilai yang baik.
Setelah lulus, Iren tidak langsung melanjutkan ke perguruan tinggi, dia bekerja disalah satu pabrik dan dia mengumpulkan uang hasil kerjanya untuk menempuh perguruan tinggi, selain bekerja Iren juga suka membaca buku dan belajar bahasa korea melalui buku dan internet. Setelah satu tahun bekerja, disaat libur kerja Iren mengikuti kursus bahasa korea untuk pebih menguasai bahasa tersebut, dan diapun berusaha mencari info tentang cara mendapatkan beasiswa di salah satu universitas dikorea. Dengan dibantu anak dari kakak ayahnya, Iren akhirnya dapat mencapai impiannya untuk menempuh pendidikan perguruan tinggi di salah satu Universitas di Korea.

~SELESAI~

Hanya sekedar tambahan
«  Jangan hanya bermimpi menjadi orang sukses, kita harus berusaha untuk mencapai kesuksesan yang kita inginkan
«  Kesuksesan akan kita dapatkan jika kita benar-benar berusaha untuk mendapatkannya

TANKS FOR READING
Silakan kasih komentar dan saranya 😉