Iren adalah seorang gadis remaja yang
baru duduk dibangku kelas 8 SMP, dia lahir dari seorang wanita yang begitu
cantik dan baik yaitu ibu Linda, ayahnya bapak Andi telah meninggal saat dia duduk
dibangku kelas 3 SD, dia memiliki 2 orang adik yang bernama Fadli dan Rita, saat
ayahnya pergi Fadli baru menginjak bangku sekolah dasar, dan rita baru berusia
6 bulan.
Dari kelas 1 SD, sampai kelas 7 SMP
terkadang Iren acuh dalam masalah pelajaran, saat ada ulangan dia membaca buku
tapi tidak dimengerti, dan saat pembagian rapot dia tidak masuk 10 besarpun dia
biasa saja karena itu merupakan hal yabg sudah biasa. Tapi sekarang saat dia
kelas 8 SMP semenjak sebangku dengan Anisa Iren berubah menjadi lebih rajin,
karena Anisa sama sepertinya ayahnya telah
meninggal, tapi cahya bisa mendapat juara satu. Jadi Iren selalu berkata dalam
hatinya, Anisa aja bisa jadi juara ke satu dikelas, kenapa aku tidak bisa, aku harus
bisa sepertinya.
Dari sanalah Iren berubah,
dia sering membaca danselalu ingin mengerti apa yang dibaca dan dipelajari disekolah.
Dan saat pembagian rapot kenaikan kelas tiba, Iren mendapat juara pertama, dia
berhasil mewujudkan keinginannnya menjadi juara pertama seperti Anisa.
Pas kelas 9SMP Iren sebangku dengan
Silvia Oktaviani yang sering dipanggil Via. Iren tidak sebangku dengan Anisa
karena disekolah Iren, siswa disetiap kelas 8 dari 8a sampai 8j, adalah
gabungan siswa dari kelas 7a sampai 7k, dan saat kelas 9 setiap siswa kelas
siswanya sama seperti kelas 7. Karena Iren dan Anisa berada dikelas 7 yang
berbeda, Iren kelas 7a sedangkan Anisa kelas 7c maka ketika kelas 9 mereka tidak
satu kelas.
Saat pulang sekolah tepatnya pukul
13.00 WIB ada sepupu Iren yang main kerumahnya dia menunjukkan foto laki-laki
tampan dia adalah D.O yang mempunyai nama lengkap Do Kyungsoo dia salah satu
member EXO salah satu boy band di Korea Selatan. Sepupunya itu terus menerus
menceritakan tentang EXO, saat adzan ashar tiba sepupunya itupun pulang.
Pada malam hari setelah
mengaji dan belajar, Iren teringat dengan apa yang diceritakan oleh sepupunya
mengenai D.O dan EXO. Irenpun penasaran dengan hal itu, akhirnya dia mengambil ponsel
dan mencari tahu tentang EXO di google. Saat itupun Iren berkata "Semua
member EXO sangat tampan, tapi aku hanya tau D.O saja, aku tidak bisa mengingat
nama dan wajah mereka dengan cepat".
Ketika disekolah saat jam istirahat
tiba Iren menceritakan pada Via sedikit tentang EXO dan menyuruh dia
mendengarkan salahsatu lagu EXO yang berjudul Lotto.
"Gimana, enak didengarkan?"
tanya Iren
"Iya enak, kirimin ke
aku ya" minta via
"Iya, aku kirimin"
jawab Iren.
Menurut Iren via itu teman yang
menyenangkan dia suka bikin orang ketawa dan dia suka dengan musik, mulai dari
pop, rege, dangdut, rok, lagu barat, india, k-pop, pokonya yang menurutnya enak
didengar dia sangat menyukai tidak peduli dengan genrenya.
Saat dirumah, setelah belajar Iren
suka membuka sosial medianya khususnya facebook, dia sering membaca postingan
orang tentang EXO, dan pada saat itu ada status yang menceritakan saat pertama
EXO debut sampai sesukses sekarang. Iren membaca status tersebut sampai ia
menangis karena membayangkan perjuangan EXO untuk meraih kesuksesannya. Dari
hal itu, Iren berkata pada dirinya sendiri "aku harus menjadi orang yang
sukses, aku harus berjuang agar aku sesukses seperti EXO", dan Irenpun
mempunyai keinginan ingin menempuh perguruan tinggi dinegeri ginseng.
Saat UN Ujian Nasional tiba Iren
bekerja keras membaca materi agar hasil UNnya bagus, mulai dari pulang sekolah
sampai tengah malam sekitar pukul 22.00 - 23.00 dan saat sekitar pukul 04.00.
Setelah hasil UN keluar, alhamdulillah hasilnya cukup baik, tapi untuk
menentukan sekolah untuk kejenjang yang lebih tinggi, Iren bingung karena dia
bercita-cita menjadi dokter, tapi keadaan ekonomi keluarganya tidak
memungkinkan, Iren terus berpikir akan melanjutkan kesekolah mana untuk
mencapai kesuksesannya. Setelah lama berfikir Iren akan melanjutkan sekolah ke
sekolah menengah kejuruan negeri, dan Iren akan memilih salah satu jurusan yang
ada di SMK tersebut yaitu jurusan administrasi perkantoran. Setelah daftar di
SMK tersebut iren terus berdoa agar ia keterima disekolah tersebut. Meskipun
jurusan yang diambil berbeda dengan cita-citanya, tapi Iren berjanji akan
belajar dan bersungguh-sungguh dan akan
merencanakan impiannya sesuai dengan jurusan yang diambil.
Ketika penerimaan pengumuman siswa
baru disekolah itu tiba Iren dan siswa lainnya mencari namanya dipapantulis,
dan iren keterima di SMKN tersebut. Pada hari pertama sekolah, Iren sebangku
dengan Jesika, Jesika memiliki mulut yang cukup tajam, dia sedikit pemarah,
berbeda dengan Iren yang sifatnya agak pendiam, dan teman-teman yang lainnyapun
mempunyai sifat yang berbeda, ada yang emosian, yang cerewet, dan ada juga yang
gampang menangis, sehingga hubungan antar seswa tidak cukup baik, tapi Iren
selalu berfikir bahwa dengan semua perbedaan ini cepat atau lambat keadaan
kelas akan membaik.
Pada keas 10 inilah Iren mengalami
banyak tekanan, mulai dari dengan banyaknya tugas yang sebelumnya di smp tidak
sebanyak ini, guru kiler yang selalu membuat iren cemas tegang dan membuatnya
ketakutan, perlakuan teman teman yang masih kurang akrab yang menurut iren dia
itu baik dan suka bercanda sama teman yang lain tapi tidak dengan dirinya
karena jika ditanya dia seakan menghindar dan cuek, dengan segala hal itu setiap
tengah malam Iren selalu menangis. Bukan karena hal itu saja saat Iren
mengerjakan tugas sekolah dirumah, saat bener-benar dia bingung dan kesulitan
Iren suka teringat pada mendiang ayahnya Iren berfikir bahwa jika ada ayahnya menerjakan
tugas ini akan lebih mudah karena ayahnya pasti mengerti tentang hal ini ( hal
yang harus dikerjakan oleh Iren). Iren merasa semakin besar dia tumbuh, semakin
besar pula terasa kehilangan seorang ayah. Meskipun begitu Iren harus tetap sabar dan tabah serta bersungguh-sungguh belajar agar dapat mencapai impiannya.
2 tahun berlalu Iren beradaptasi
dengan teman-teman sekelasnya dan belajar menuntut ilmu, sekarang Iren naik kelas
12 ya memang benar keadaan kelas
sekarang lebih membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan salah satu
temanya yang dulu terlihat tidah suka padanya sekarang menjadi teman baiknya.
Saat kelas 12 akan diadakan lomba kompetensi jurusan administrasi perkantoran
disalah satu universitas, Iren dan ketiga temannya pun mengikuti lomba tersebut,
mereka semua ditunjuk oleh guru untuk mengikuti lomba. Di lomba tersebut
alhamdulillah mereka mendapat juara dan Iren mendapat juara kedua dibidang
kearsipan. Setelah mendapat juara tersebut semangat Iren bertambah dan dia
belajar lebih keras lagi agar dia bisa menghadapi ujian-ujian yang sudah menantinya
dan akan lulus dengan nilai yang baik.
Setelah lulus, Iren tidak langsung
melanjutkan ke perguruan tinggi, dia bekerja disalah satu pabrik dan dia mengumpulkan
uang hasil kerjanya untuk menempuh perguruan tinggi, selain bekerja Iren juga
suka membaca buku dan belajar bahasa korea melalui buku dan internet. Setelah satu
tahun bekerja, disaat libur kerja Iren mengikuti kursus bahasa korea untuk
pebih menguasai bahasa tersebut, dan diapun berusaha mencari info tentang cara
mendapatkan beasiswa di salah satu universitas dikorea. Dengan dibantu anak
dari kakak ayahnya, Iren akhirnya dapat mencapai impiannya untuk menempuh pendidikan perguruan tinggi di salah satu Universitas di
Korea.
~SELESAI~
Hanya sekedar tambahan
« Jangan hanya bermimpi menjadi
orang sukses, kita harus berusaha untuk mencapai kesuksesan yang kita inginkan
« Kesuksesan akan kita
dapatkan jika kita benar-benar berusaha untuk mendapatkannya
TANKS FOR READING
Silakan kasih komentar dan
saranya 😉
Tidak ada komentar:
Posting Komentar